Marketing plan JAKARTA DESIGN CONSULTANT

Marketing plan JAKARTA DESIGN CONSULTANT

I. EXECUTIVE SUMMARY
Pada dasarnya, desain dan pasar merupakan kombinasi yang rumit dalam perspektif Jakarta. Sebagaimana diakui oleh para pelaku industri, pasar dewasa ini sangat menuntut produk dan proses produksi berkelanjutan. Banyak produsen yang memiliki desain produk yang baik, tetapi tidak dapat memberikan produk berkelanjutan. Di sisi lain, beberapa produsen telah menciptakan dan menjual produk berkelanjutan, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan desain yang baik. Oleh sebab itu, produsen domestik dan negara itu sendiri perlu membuat definisi ulang tentang desain yang didorong oleh pasar dan mempersiapkan desainer generasi berikutnya untuk diperlengkapi dengan keterampilan pengaturan dan analisis desain yang unggul. Latar belakang ini menimbulkan gagasan untuk mendirikan JAKARTA DESIGN CONSULTANT (JDC). Berdiri pada tahun 2003 didirikan oleh Agus Nursidhi, Neneng Yulinza. JAKARTA DESIGN CONSULTANT ini memiliki spesifikasi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan desain dan multimedia JDC akan memulai dengan pendidikan desain untuk produk-produk asesoris rumah tangga. Di masa depan, JDC akan mengembangkan diri ke domain desain yang lebih luas, seperti desain multimedia, animasi, web desain, desain audio visual, desain grafis, desain produksi, desain seni, desain interior, dll.

II. DESKRIPSI USAHA
• Identitas Perusahaan
Nama : JAKARTA DESIGN CONSULTANT
Lokasi : Jalan Duri Bangkit VII No.25 Jembatan Besi, Jakarta Barat
Email : agusnursidhi@yahoo.co.id

• Visi & Misi Perusahaan
JDC mempunyai suatu visi dan misi untuk mengarahkan desainer dan industri desain Jakarta mencapai posisi terbaik di Indonesia pada tahun 2015. Guna mencapai visi dan misi tersebut, diungkapkan beberapa misi dan misi JDC yang dapat diuraikan menjadi poin-poin berikut ini:
• Meningkatkan kesadaran tentang desain dan tren global guna meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan produsen lokal Indonesia.
• Meningkatkan kualitas sumber daya yang diperlukan dalam penguasaan dan kecakapan teknik dalam bidang desain.
• Menggali dan meningkatkan kekayaan budaya bangsa sebagai sumber desain kreatif.
• Meningkatkan produksi berkelanjutan berwawasan lingkungan melalui pendidikan desain yang menghargai dan menjaga kelestarian sumber daya alam.
• Menyeimbangkan tekanan dalam hal desain yang datang dari negara-negara maju dan dampak negatif globalisasi, dan mengantisipasi pertumbuhan desain yang cepat dan daya saing internasional yang kuat.
• Perijinan yang dimiliki :
SIUP,TDP (Tanda Daftar Perusahaan), Akte Keputusan Menteri Kehakiman.
KADIN,Ijin Domisili terhadap Tempat, Perusahaan, Gedung.
• Sertifikasi Yang Dimiliki :
– SKA PII & Planologi,
– SKA IAI
– SKA HDII

• Struktur Organisasi

III. DESKRIPSI PERUSAHAAN
JAKARTA DESIGN CONSULTANT merupakan suatu pusat pembelajaran dan kerjasama kreativitas yang memainkan peran penting dalam meningkatkan kompetensi Indonesia dalam desain kreatif. Tidak seperti pusat desain konvensional yang biasanya memberikan jasa pembuatan desain bagi pelanggan dan melakukan pekerjaan konsultasi desain sebagai sumber penghasilan, JDC akan difokuskan pada pendidikan desain sehubungan dengan pembudidayaan dan penanaman pola piker kreatif dan inovatif di Indonesia pada saat ini dan di masa depan. Dengan demikian, JDC akan menekankan pada pemberdayaan perajin lokal, mahasiswa desain, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam industri desain. Dengan demikian, JDC akan berfungsi sebagai pusat dan fasilitator bagi semua pihak yang terkait dengan pertukaran gagasan, pengalaman dan tren yang sedang berkembang dalam industri. Sebagai titik awal, JDC akan memulai dengan pendidikan desain untuk produk-produk asesoris rumah tangga. Di masa depan, JDC akan mengembangkan diri ke domain desain yang lebih luas, seperti desain multimedia, animasi, web desain, desain audio visual, desain grafis, desain produksi, desain seni, desain interior, dll.

IV. TARGET PEMASARAN
Para pelaku industri kerajinan tangan berpuas diri dan mengadopsi suatu model bisnis pemasaran pasif. Sayangnya, model bisnis ini juga tidak mengharuskan mereka untuk menguasai berbagai keterampilan yang diperlukan dewasa ini untuk menanggapi kondisi persaingan yang berubah secara konstan, sehingga menempatkan industri kerajinan tangan Indonesia pada kelemahan kompetitif. Guna mendukung dan membantu industri memenuhi kebutuhan akan akses terhadap informasi pasar ekspor dan tren desain, dibentuklah JDC. Semua pemangku kepentingan dalam industri, termasuk produsen, eksportir, pembeli dan penyedia jasa akan dapat memanfaatkan potensi desain tradisional Indonesia yang besar dan berkesinambungan serta meningkatkan kesadaran akan tren desain internasional. Dengan mendayagunakan mahasiswa, desainer dan industri pembuat untuk menyadari pentingnya desain, JDC akan mampu mendorong keunggulan kompetitif pabrik lokal dalam pasar global. Calon pelanggan untuk jasa yang disediakan oleh JDC dapat dikategorikan menjadi tiga target utama, yaitu:
• Pasar Langsung:
– Universitas-universitas di Jakarta
– Universitas-universitas di Indonesia
– Mahasiswa Jakarta dan Luar Jakarta
– Desainer
• Pasar Perantara:
– Produsen: perajin lokal, eksportir, dan pabrik
– Asosiasi Desainer
– Pusat desain lainnya
– Pemerintah daerah, desainer dan produsen
• Pasar Jangka Panjang:
– Pembeli: importir
– Agen-agen nasional

V. ANALISA PEMASARAN

Dari sudut pandang kami, program-program JDC akan berjalan di pasar lama yang telah ada dan akan tetap berkembang di masa mendatang. Akan tetapi, JDC akan memberikan konsep pusat desain yang sama sekali berbeda, yaitu yang khusus menyelenggarakan pendidikan di bidang desain. JDC memanfaatkan keahliannya dalam pendidikan desain sebagai keunggulan utama yang melampaui pusat-pusat desain yang telah ada di Indonesia.

Analisis Lima Daya Porter

Daya tawar para desainer dan fasilitator:
• Para desainer dan fasilitator lokakarya, kelas, dan seminar memiliki daya tawar yang tinggi, terutama di masa mendatang, karena keahlian di bidang desain yang berkesinambungan dan tren internasional sangatlah spesifik dan terbatas.
• Karena daya tawarnya yang tinggi, JDC harus membangun dan meningkatkan hubungan dengan universitas-universitas di dalam dan luar negeri, para desainer profesional, dan asosiasi-asosiasi desain.
Daya tawar pelanggan:
• Pelanggan memiliki daya tawar yang sedang. Para pelajar dan desainer yang mengikuti program di JDC ingin menimba pengetahuan tentang desain-desain baru dan tren internasional serta mendapatkan jaringan global. Jasa semacam ini cukup langka di Indonesia, sehingga JDC dapat menjadi penyedia jasa yang terkemuka.
• Dengan demikian, kepuasan pelanggan perlu ditingkatkan untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Ancaman jasa pengganti:
• Banyak ancaman datang dari universitas-universitas karena mereka juga menyediakanpendidikan desain yang digabung dengan jaringan pemasaran. Akan tetapi, universitasuniversitas menawarkan program-program berorientasi gelar yang lebih banyak memanfaatkan waktu untuk belajar tentang konsep-konsep dasar dan penelitian.
• Dengan demikian, diperlukan hubungan yang kuat dengan universitas-universitas dalamdan luar negeri.
Ancaman pendatang baru:
• Ancaman pendatang baru cukup rendah. Sulit untuk membangun jaringan petaruh internasional (dari pelajar hingga pemasok, desainer, pembeli, instansi, dsb.).
• Selain itu, hanya ada sedikit orang yang antusias untuk membangun pusat desain nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Persaingan kompetitif di antara pusat-pusat desain:
• Persaingan kompetitif cukup rendah karena setiap pusat desain memiliki cakupan dan tujuannya sendiri. Misalnya, Pusat Desain Nasional di Jakarta (walaupun didukung oleh universitas-universitas, asosiasi-asosiasi, dan juga pemerintah) lebih berfokus untuk membangun kesadaran para desainer dan industri tentang pentingnya desain dan untuk memotivasi para desainer dan asosiasi untuk memperbarui pengetahuan mereka melalui pameran, perlombaan, dsb. Contoh lainnya adalah Pusat Desain Mebel Jepara; di mana cakupannya lebih menekankan pada aspek geografis dan mebel.
• Dengan demikian diharapkan agar kerjasama dengan pusat-pusat desain lainnya dapat terbina untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada.

VI. STRATEGI PEMASARAN
 Strategi pemasaran
Dari seluruh analisis yang dilakukan terhadap pasar, sasaran, persaingan bisnis & perilaku konsumen pada sasaran, maka marketing strategi yang harus dilakukan Oleh JDC focus pada hal sbb :
1. Tujuan Utama Pemasaran dimana perusahaan harus menentukan jangka panjang 5 tahun yang terpetakan dalam tujuan jangka pendek (6 Bulan).
2. Bauran Pemasaran yang lebih focus pada 3P, People,price, dan promosi.
3. Penggunaan Networking sebagai pendukung penjualan & profit.
4. Pelayanan/service untuk meningkatkan customer satisfaction

 Strategi tempat
Kami menetapkan tempat usaha di Jalan Duri Bangkit VII No.25 Jembatan Besi, Jakarta Barat. Tempat ini dipilih karena strategis, dekat dengan perumahan penduduk dan suasana tenang untuk belajar.
 Strategi promosi
Dalam rangka peningkatan pemasaran, kami membuat website, membuat group Facebook Konsultan Desain & Multimedia, memasang iklan berupa banner dan brosur serta menyebarluaskan melalui internet dan situs jejaring social

 Logo
Logo JAKARTA DESIGN CONSULTANT adalah

VII. RENCANA OPERASI

Rencana operasi jasa dan program yang akan ditawarkan oleh JDC adalah sebagai berikut:
• Kelas Pelatihan Desain dan Kreatifitas.
o Kelas-kelas tersebut merupakan bagian dari program magang.
o Kelas-kelas tersebut akan diadakan dalam bentuk diskusi kelompok dan kuliah dalam ruangan kelas oleh para fasilitator yang ditunjuk oleh JDC.
o Satu sesi terdiri atas 2 kelas dan setiap kelas akan berlangsung selama 2,5 jam.
o Tema diskusi akan ditentukan kemudian oleh Dewan Pengurus.
o Para peserta kelas adalah peserta magang yang saat ini mengikuti program magang di JDC.
• Lokakarya.
o Lokakarya akan memberikan serangkaian pelatihan desain praktis kepada para peserta. Dengan terlibat dalam proses penerapan teori desain dari bahan mentah menjadi produk jadi, para peserta lokakarya diharapkan memperoleh keterampilan praktis dalam bidang desain.
o Setiap lokakarya akan berlangsung selama enam hari.
o Tema diskusi akan ditentukan kemudian oleh Dewan Pengurus.
o Para peserta kelas adalah peserta magang yang saat ini mengikuti program magang di JDC dan masyarakat umum (para desainer, pembeli, profesional, anggota asosiasi, dosen, peneliti, pejabat pemerintah, dll) yang tertarik dengan aplikasi desain.
• Seminar.
o Seminar akan membahas isu-isu yang ada dalam industri desain. Dalam acara ini, para peserta akan dipandu oleh para fasilitator untuk mengikuti diskusi tentang tema-tema seminar yang lebih terinci. Sebuah seminar didesain untuk memperbaharui informasi yang dimiliki oleh para peserta tentang tren, isu-isu, dan perkembangan terbaru dalam industri desain, terutama dalam konteks nasional.
o Setiap seminar akan berlangsung selama dua hari.
o Para peserta kelas adalah peserta magang yang saat ini mengikuti program
o magang di JDC dan masyarakat umum (para desainer, pembeli, profesional, anggota asosiasi, dosen, peneliti, pejabat pemerintah, dll) yang tertarik dengan perkembangan desain terkini.
• Publikasi JDC.
o JDC akan menerbitkan serangkaian majalah desain yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum dan masyarakat desain tentang desain di Indonesia. Majalah tersebut dimaksudkan sebagai media untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan membangun citra JDC. Selain itu, publikasi tersebut akan menjadi bagian yang penting dari kontribusi JDC terhadap perkembangan industri desain di Indonesia.
o Majalah akan diterbitkan setiap tiga bulan (triwulan) dan akan diedarkan di tingkat nasional dan internasional. Setiap edisi akan dicetak sebanyak 500 eksemplar dan didistribusikan kepada distributor buku nasional dan internasional.
o Para anggota Dewan Penyunting untuk publikasi tersebut akan dipilih oleh Dewan Pengurus.
o Para pemangku kepentingan dan peserta IIDC sangat dianjurkan untuk memberikan kontribusi dan dukungan bagi perkembangan publikasi tersebut.
• Pameran.
o JDC akan menyelenggarakan pameran yang akan diikuti oleh para peserta utama dalam industri desain di Indonesia. Pameran-pameran tersebut diharapkan dapat mempromosikan potensi-potensi industri desain di Indonesia kepada masyarakat luas di Indonesia dan luar negeri. Dengan acara tersebut, IIDC memiliki tujuan untuk memberikan sumbangan yang lebih jauh bagi pengembangan dan promosi desain Indonesia kepada masyarakat internasional.
o Para peserta acara ini berasal dari para pemain nasional dan internasional dalam industri desain.
Acara tersebut direncanakan akan diselenggarakan dua kali dalam setahun secara rutin (setiap pameran dijadwalkan berlangsung selama dua hari). Untuk mendesain rincian rencana operasional untuk tahun pertama operasi JDC, dibuat asumsi-asumsi berikut ini:
o Diperkirakan bahwa 20 orang peserta dari masyarakat umum (para desainer, pembeli, profesional, anggota asosiasi, dosen, peneliti, pejabat pemerintah, dll.) akan ikut serta dalam setiap Lokakarya dan Seminar yang diselenggarakan oleh JDC. Asumsi tersebut didasarkan oleh pendekatan konservatif.
o Para siswa magang berhak untuk mengikuti Kelas Pelatihan Desain dan Kreatifitas dan Lokakarya selama jangka waktu magang mereka.
o Siswa nasional akan mengikuti program magang selama liburan musim panas, sementara siswa dalam negeri dapat dengan leluasa mengikuti program di setiap bulan dalam tahun yang berjalan. JDC akan menyelenggarakan program magang dalam tiga periode setiap tahun.

Setelah berjalan satu tahun pertama, JDC akan mampu memantapkan diri sebagai pusat pelatihan desain yang terkemuka di Indonesia. Oleh sebab itu, JDC akan mampu mengembangkan ruang lingkup operasinya menjadi jasa-jasa yang lebih mendalam lagi, misalnya:
• Klinik Desain.
Klinik desain didirikan untuk membantu para produsen pengunjung memperoleh komentar dan bimbingan tentang desain-desain yang telah ada dan untuk membantu pengembangan desain. Untuk jasa ini, pengunjung dapat dibuatkan janji temu dengan seorang desainer yang terdaftar sebagai bagian dari jaringan desainer dari pusat desain tersebut dan yang telah memiliki pengalaman dan kesuksesan dalam mendesain produk untuk pasar sasaran.
• Jasa Rujukan.
Dengan mengangkat fakta bahwa pusat desain tersebut akan menjadi tempat di mana para petaruh (stakeholder), yakni para pembeli dan produsen akan mengunjungi dan mencari informasi yang mereka perlukan, pusat desain juga akan memfasilitasi para petaruh tersebut dalam memperoleh informasi tentang satu sama lain, dan dengan demikian menyediakan jasa rujukan. Jasa tersebut akan diberikan dengan cara mewajibkan pendaftaran bagi para pengguna, sehingga pusat desain dapat menyimpan informasi kontak dan informasi tentang apa yang mereka sediakan (untuk produsen atau penyedia jasa) atau apa yang mereka cari (untuk pembeli). Dengan seizin para pengguna yang telah terdaftar, pusat desain akan mendata rincian pengguna untuk diakses oleh para pengguna lain. Dengan demikian, jasa tersebut dapat memberikan rujukan tentang:
○ Produsen dan produk-produknya
○ Pembeli dan apa yang mereka cari
○ Penyedia jasa dalam industri, dan jasa-jasa mereka, seperti: desainer, bank dan penyedia jasa keuangan, pemasok, dan penyedia jasa lainnya dalam industri, dan sebagainya. Di samping itu, JDC dapat memfasilitasi para petaruh yang berminat untuk memperoleh sertifikasi internasional, terutama di bidang desain yang berkesinambungan dan sertifikasi produk. Selain itu, JDC akan dapat menerima lebih banyak lagi peserta magang untuk tahun-tahun operasi berikutnya. Keterangan lebih rinci tentang asumsi ini akan dijelaskan dalam bagian rencana keuangan dari rencana usaha ini.

VIII. ANALISA FINANSIAL
Investasi awal menggambarkan secara rinci jumlah biaya yang diperlukan untuk mendirikan dan memulai kegiatan operasional dan program-program JDC. Jumlah ini akan mempengaruhi analisis kelayakan investasi yang dilakukan di bagian akhir dari rencana keuangan ini.
Selain itu, kami juga perlu menghitung jumlah aktiva tetap yang dimiliki oleh JDC dan menentukan biaya penyusutan untuk setiap aset setiap tahunnya.

Pengeluaran awal

8.1 Proyeksi Laporan Keuangan
Sebelum kami dapat menerapkan teknik analisis investasi dalam rencana keuangan, kami perlu memperluas laporan arus kas tahunan JDC untuk tiga periode. Berikut ini adalah laporan arus kas tahunan JDC:

Laporan Arus Kas Tahunan

Jumlah NPV menunjukkan angka yang sangat positif yaitu sebesar Rp.83.070.131,01 yang mengindikasikan hasil yang baik. Selanjutnya, angka IRR adalah 36%, menunjukkan angka yang layak dibandingkan dengan biaya modal (18,25%). MIRR juga mengungkapkan hasil serupa dengan angka aman sebesar 30%. Selain itu, jangka waktu pengembalian hasil investasi yang mengindikasikan periode di mana jumlah uang yang diinvestasikan akan balik modal adalah 1,9 tahun; yang dapat diartikan sebagai investasi yang baik.
Dengan menggunakan semua teknik analisis kelayakan investasi di atas, dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan JDC memungkinkan untuk dicapai.